mas baim
Anak usia dini adalah usia ketika seorang anak memasuki masa keemasan atau usia golden age dimana pada masa ini merupakan masa kritis dalam tahap perkembangan hidup seseorang. 
 
Masa ini saat yang tepat untuk meletakkan pondasi atau dasar-dasar kemampuan fisik, bahasa, sosial emosional, konsep diri, seni, moral, dan nilai-nilai agama. 
 
Hasil belajar anak usia dini ini merupakan hasil dari kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif yang dilakukan mulai dari gerakan dan fikiran seperti belajar menulis, berbicara, bergerak sesuai dengan dengan apa yang dilihat sepertik ketika saat olahraga, dimana pada anak berkembang pesat ini maka harus seimbang dengan keterampilan guru pada saat dalam kelas agar anak menjadi tumbuh kembang yang baik dan benar serta pada saat dirumahpun. 
 
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif karena penelitian ini tidak bermaksud untuk membandingkan atau menghubungkan dua variabel tertentu, melainkan untuk mengetahui bagaimana peran soft skill guru PAUD terhadap hasil belajar anak didik. 
 
Daerah atau tempat penelitian ini ditetapkan di PAUD Tunas Bangsa Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember tahun ajaran 2011-2012 ditetapkan mengunakan metode porposive sampling dengan tujuan untuk menetapkan lokasi yang di anggap pas untuk penelitian.dengan informan kunci 3 guru PAUD Tunas Bangsa dan informan pendukungnya yaitu kepada Ibu atau wali muris PAUD Tunas Bangsa. 
 
Metode yang digunakan dalam memperoleh data pada penelitian ini dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informasi yang diperoleh dengan wawancara dengan informan kunci yang di cocokkan dengan hasil wawancara pada pendukung dan hasil observasi secara langsung untuk mendapatkan data yang valid. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru PAUD Tunas Bangsa kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember ini sangat berpengaruh dan berperan penting dalam hasil belajar anak didiknya. 
 
Hal ini didukung dengan semakin baik hasil belajar anak didik maka semakin baik soft skill atau keterampilan guru dan perannya pada saat didalam kelas. Adapun saran bagi guru PAUD Tunas Bangsa untuk lebih meningkatkan lagi perannya baik dalam berkomunikasi serta perannya dalam kelas.
 
mas baim

Pentingnya Pendidikan Karakter di Usia Dini 

Pendidikan karakter yang mencakup perbaikan budi pekerti manusia tentulah sangat penting untuk ditanamkan sejak awal. Banyak orang yang berpendidikan tinggi namun tidak memiliki etika dan karakter yang baik. 
Berikut beberapa alasan pentingnya pendidikan karakter di usia dini. 

Dari sisi pertumbuhan
Pertumbuhan manusia sejak ia kecil akan lebih mudah untuk diajarkan dari pada sudah masuk usia dewasa yang sudah dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga keperibadianya mulai labil. Tanamkan pendidikan karakter sejak dini pada anak anda. 
Usia dini adalah usia percobaan
usia dini rentan dengan usia dimana sikap anak selalu akan menruti tingkah orang tuanya atau orang-orang yang dekat dilingkunganya. Ciptakan lingkungan yang baik dan jagalah sikap didepan anak, cara ini akan membuat model peniruan anak secaran cepat. 

Lebih mudah dikontrol
Mengontrol anak yang masih belia sangat gampang, dia cendrung menuruti perintah dan larangan orang tuanya. Kondisi ini memberikan peluang anda dalam menanamkan karakter yang mulia sangat besar. 
Langkah awal manatap masa depan
Karakter yang mantap sejak awal adalah langkah  jitu dalam menatap masa depan yang lebih baik. Bentuklah karakter anak anda dengan utuh mulai dari penanaman nilai-nilai dan budi pekerti luhur.
Kesimpulan: 
 
Penanaman karakter diusia dini adalah langkaH awal pembentukan peribadi yang bertanggung jawab, jujur, disiplin sesuai dengan esensi nilai-nilai yang ada dalam pendidikan karakter. Pendidikan karakter sedari awal bisa menjadi sebuah momentum kebangkitan bangsa kedepanya, masa depan bangsa adalah terletak pada generasi muda. Generasi muda yang memiliki karakter mulia adalah mereka yang di Idam-idamkan menjadi pemimpin bangsa. 
Mulai sekarang, mari tanamkan nilai-nilai yang baik didalam diri anak kita, siswa kita sehingga nantinya mereka bisa menjadi peribadi-pribadi yang tumbuh dengan membawa sejuta manfaat. 
Sekian..semoga bermanfaat. 

 

mas baim
Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan adalah merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Dalam bidang pendidikan seorang anak dari lahir memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan disertai dengan Pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangannya akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional dan sosial.

Sebelum bicara lebih jauh, apa sih pendidikan anak usia dini? Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagianak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Mengapa pendidikan anak usia dini itu sangat penting?
Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,8 0% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.

Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.

Menurut Byrnes, pendidikan anak usia dini akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. “Saat ini, beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa TK pun sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” jelas Byrnes.

Selanjutnya menurut Byrnes, bahwa pendidikan anak usia dini itu penting, karena di usia inilah anak membentuk pendidikan yang paling bagus. Di usia inilah anak-anak harus membentuk kesiapan dirinya menghadapi masa sekolah dan masa depan. Investasi terbaik yang bisa Anda berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini.

Ada dua tujuan mengapa perlu diselenggarakan pendidikan anak usia dini, yaitu:
Tujuan utama: untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Singkatnya, pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Apa perbedaan anak yang mendapatkan pendidikan anak usia dini di lembaga yang berkualitas dengan anak yang tidak mendapatkan pendidikan anak usia dini?

Menurut Byrnes (Peraih gelar Woman of the Year dari Vitasoy di Australia) di lembaga pendidikan anak usia dini yang bagus, anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi, dan semangat untuk belajar.

Sementara, anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini, akan lamban menerima sesuatu. Anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini yang tepat, akan seperti mobil yang tidak bensinnya tiris. Anak-anak yang berpendidikan usia dini tepat memiliki bensin penuh, mesinnya akan langsung jalan begitu ia ada di tempat baru. Sementara anak yang tidak berpendidikan usia dini akan kesulitan memulai mesinnya, jadinya lamban.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Begitu pentingnya pendidikan ini tidak mengherankan apabila banyak negara menaruh perhatian yang sangat besar terhadap penyelenggaraan pendidikan ini hingga pemerintah Indonesia pun memberikan layanan pendidikan gratis hingga tingkat SMP.

mas baim
Kemdiknas Gandeng Organisasi Perempuan Untuk Perluasan Layanan PAUD 

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menggandeng empat organisasi perempuan untuk memperluas layanan pendidikan anak usia dini (PAUD). Organisasi perempuan itu meliputi Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan Pusat, Aisyiyah, serta Kongres Wanita Indonesia, yang dinilai mempunyai peran yang sangat strategis dan penting dalam pelaksanaan PAUD dan pendidikan nonformal.

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh di Jakarta, Jumat (27/8/2010), melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan perwakilan empat organisasi wanita tersebut untuk perluasan layanan PAUD hingga ke daerah-daerah pelosok Indonesia.

"Dalam perluasan layanan pendidikan PAUD tidak hanya dilakukan melalui jalur formal. Harus juga bekerjasama dengan organisasi-organisasi yang mempunyai jejaring sampai ke pelosok. Kalau di kota tidak persoalan karena sudah tersedia infrastruktur.Tetapi, yang ada di desa-desa memerlukan pendidik berpengalaman, termasuk dari organisasi 
 
(sumber : kompas.com)

 

mas baim
Ditjen PAUDNI Berikan Rp 825 juta Untuk PWI

MALANG. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Ditjen PAUDNI) memberikan bantuan kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebesar Rp 825 juta. Dana tersebut dipergunakan untuk menyelenggarakan pelatihan jurnalistik bagi anggota PWI di beberapa kota. Bantuan itu diberikan sejak tahun 2010, dengan jumlah yang merata sama besar tiap tahun.

“Bantuan pemerintah ini berasal dari rakyat, tolong digunakan dengan baik dan bertanggung jawab. Pelatihan ini harus dapat menghasilkan wartawan yang profesional dan kompeten,” tegas Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Dr. Wartanto yang membuka pelatihan jurnalistik bagi anggota PWI se kota Malang, Senin (2/11).

Pelatihan yang merupakan tindak lanjut MoU antara Mendikbud dengan Ketua Umum PWI tersebut menyajikan sejumlah materi. Antara lain filosofi dasar jurnalistik, dasar penulisan berita, teknik wawancara, hubungan pers-pemerintah, pengenalan jurnalisme siber, dan jurnalisme foto.

“Saya minta agar PWI dapat membantu menyosialisasikan program-program PAUDNI kepada masyarakat,”  ujar Dr. Wartanto pada pelatihan yang diikuti oleh sekira 40 wartawan di kota Malang itu. Pelatihan yang dikelola Sekolah Jurnalistik Indonesia PWI tersebut menghadirkan para wartawan senior sebagai narasumber. Antara lain Sabam Siagian, Saur Hutabarat, Uni Lubis, dan Arbain Rambey.

Ketua Bidang Pendidikan PWI, Marah Sakti Siregar menyebutkan telah melatih sekira 900 wartawan. Sebanyak lebih dari 600 orang berhasil memperoleh sertifikat kompetensi. “Kami memiliki target untuk melatih lebih banyak lagi wartawan, terutama di kawasan timur Indonesia,” harapnya.

Selaraskan dengan KKNI
Pada pelatihan jurnalistik di Malang, Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan meminta agar para wartawan meningkatkan keterampilannya seiring dengan penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) pada tahun 2015. KKNI merupakan penjenjangan kualifikasi, dan kompetensi tenaga kerja yang menyandingkan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan, serta pengalaman kerja. Melalui skema ini, para pekerja yang memiliki keterampilan dan telah mengikuti sejumlah pelatihan dapat disetarakan dengan pendidikan formal.

“Misalnya anda lulusan S1, tetapi memiliki pengalaman kerja yang panjang dan sering mengikuti pelatihan, maka Anda bisa disetarakan dengan S2, atau bahkan S3,” ucapnya. KKNI terdiri dari sembilan jenjang kualifikasi, dimulai dari jenjang 1 (satu) sebagai jenjang terendah sampai dengan 9 (sembilan) sebagai jenjang tertinggi.

Dr. Wartanto mengatakan berdasarkan Keppres Nomor 8 tahun 2012 tentang KKNI, penyetaraan capaian pembelajaran yang dihasilkan melalui pengalaman kerja dengan jenjang kualifikasi pada KKNI mempertimbangkan bidang dan lama pengalaman kerja, tingkat pendidikan, serta pelatihan kerja yang telah diperoleh. (Yohan Rubiyantoro/HK)

 

mas baim
Ancora Foundation Bantu Pengembangan PAUD di Indonesia

JAKARTA. Ancora Foundation turut membantu pengembangan program pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia. Yayasan yang terafiliasi dengan Ancora Capital, perusahaan private equity ini telah membantu lebih dari 350 lembaga PAUD. Ancora memberikan bantuan sarana prasarana, dan pelatihan untuk guru-guru PAUD.

“Ancora Foundation fokus pada program pendidikan. Selain memberikan beasiswa pascasarjana, kami juga membantu PAUD. Sebab ini penting untuk membangun karakter anak-anak sejak usia dini,” ucap Scholarship Manager Ancora Foundation Ahmad Zakky Habibie saat beraudiensi dengan Direktur Jenderal PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, Selasa (3/9).

Ancora Foundation memiliki target mengembangkan 1.000 PAUD yang diberi nama program Sekolah Rakyat Ancora. Program tersebut berupaya memberikan layanan PAUD kepada 20 ribu anak pertahun. “Program ini dilandasi karena masih banyak anak usia dini yang belum memperoleh akses dan layanan PAUD, terutama anak-anak di daerah terpencil,” ucap Zakky.

Selain itu, usia nol hingga enam tahun merupakan masa keemasan seorang anak. Mereka yang mendapatkan layanan PAUD pada usia tersebut memiliki prestasi akademik yang lebih baik dibanding yang tidak mendapatkan layanan. Anak-anak PAUD juga menunjukkan karakter dan kreativitas yang lebih bagus saat masuk sekolah dasar.

 

mas baim
Tips Cara Mendidik Anak dengan Baik dan Positif 

Tips mendidik anak – Semua orang tua, tentunya menginginkan anak-anaknya menjadi orang yang berguna, berbakti kepada kedua orang tua, agama dan negara.
Merupakan suatu kewajiban bagi orang tua untuk mendidik anak, agar supaya, jika besar nanti, anak tersebut sesuai dengan apa yang di harapkan. Patuh kepada ajaran-ajaran agama dan tidak melanggar hukum atau norma-norma yang berlaku di masyarakat. Untuk itu, kiranya Anda harus mempunyai cara-cara tersendiri untuk mendidik anak, tips cara mendidik anak yang baik dan positif.
1. Ajarilah anak untuk mencintai dan menyayangi dirinya sendiri.
Caranya : Perhatikan diri Anda sendiri terlebih dahulu. Selalu sediakan waktu bagi diri Anda pribadi di tengah kesibukan harian Anda. Sediakan waktu bagi Anda untuk berolahraga, merawat diri, dan meluangkan waktu bagi pengembangan pribadi Anda. Sadarkah Anda bahwa orangtua yang tidak menghargai dirinya sendiri akan membesarkan anak dengan sifat serupa!
2. Luangkan waktu yang berkualitas setiap hari.
Tunjukkan betapa Anda sungguh bergembira atas kehadirannya. Jadilah ‘Ahli Gembira’ bagi putra-putri Anda. Ubahlah waktu mengerjakan tugas harian menjadi momen yang berharga dan istimewa. Bernyanyi, memeluk, berbagi tawa dan cerita dapat membuat saat-saat biasa menjadi tak terlupakan.

3. Jadilah pendengar yang baik.
Hal ini bukanlah hal yang mudah bagi orangtua. Betapa sering orangtua menyela dan sibuk dengan nasehat-nasehat bahkan pada saat anak belum selesai berbicara? Simpanlah kekuatiran-kekuatiran Anda pada saat mendengarkan. Cobalah untuk mendengarkan anak Anda sepenuhnya tanpa menghakimi. Anda perlu menahan diri untuk tidak memikirkan atau memberikan pendapat Anda sendiri. Dengarkan mereka dengan hati yang terbuka dan penyayang. Lupakanlah diri Anda dan tempatkanlah diri Anda pada sudut pandang anak Anda. Ajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai ganti dari memberikan pendapat. Cara orangtua mendengarkan tanpa menghakimi akan membuat anak merasa diterima dan dimengerti.
4. Seringlah tertawa, sebab kegembiraan itu menular!
Anggaplah pada saat ini diri Anda terpilih untuk melakukan tantangan ’30 hari tersenyum bersama keluarga’ ! Anda akan menyaksikan keajaiban dari kegembiraan dan kasih sayang yang Anda bawa kepada orang-orang di sekitar Anda. Buatlah momen sehari-hari menjadi luar biasa berkat kegembiraan dan semangat yang Anda bawa ke dalamnya.
5. Berilah pengakuan dan penghargaan.
Latihlah mulai dari diri Anda sendiri untuk memberikan penghargaan terhadap setiap keberhasilan, bahkan yang paling kecil sekalipun, yang telah Anda lakukan hari ini. Ajarlah diri Anda untuk memberikan penghargaan yang tulus atas tugas-tugas sederhana yang Anda berhasil Anda selesaikan. Penghargaan ini akan memberi semangat baru dalam hidup Anda untuk menjalankan tugas yang lebih besar.
Luangkanlah waktu 5 menit bagi diri Anda setiap harinya untuk memikirkan dan menuliskan kesuksesan-kesuksesan yang telah Anda raih hari ini. Rasakanlah bagaimana hidup Anda berubah, nikmatilah semangat baru yang mengisi setiap kegiatan Anda. Bagikanlah penghargaan ini juga kepada anak-anak Anda. Berikanlah pujian, pengakuan dan penghargaan yang tulus kepada mereka. Ingat, penghargaan yang baik menekankan pada tindakan, bukan pada prestasi yang dicapai.
6. Disiplinkan anak dengan hormat.
Ajarkanlah anak turut bertanggung jawab atas tugas-tugas rutin dalam rumah tangga. Anak yang secara aktif turut dilibatkan dalam tugas rutin dalam rumah tangga pada masa dewasanya akan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar.
Perbaiki kesalahan mereka dengan kelembutan namun Anda harus terus-menerus konsisten. Berikan konsekuensi yang wajar dari pelanggaran dengan tujuan untuk mengajarkan tanggung jawab. Janganlah memarahi apalagi mempermalukan anak di depan orang lain atas kesalahan yang mereka perbuat.
Ajaklah mereka ke tempat sepi untuk berbicara hanya empat mata dengan Anda. Berikan pengertian sejelas-jelasnya mengapa tindakannya salah. Mintalah anak meminta maaf bila ia berbuat salah. Anda pun perlu meminta maaf kepada anak di saat-saat Anda bersalah atau melalaikan janji Anda kepada mereka. Disiplinkanlah anak tanpa menunjukkan kuasa dan kemarahan Anda, maka anak akan belajar tumbuh dengan pengendalian diri yang tinggi. Sampaikan pesan kepada mereka bahwa meskipun perilaku mereka masih perlu ditingkatkan, namun Anda sebagai orangtua tetap menyayangi dan menyukai mereka.
7. Berilah ruang bagi putra-putri Anda untuk melakukan kesalahan.
Ingatlah, bahwa setiap orang, apalagi seorang anak, berhak untuk melakukan kesalahan. Kesalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran. Temukanlah kebaikan dalam kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan, maka anak Anda akan belajar untuk berani berjuang menghadapi tantangan dan resiko.
8. Tanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan semangat saling membantu.
Tunjukkanlah dalam keseharian Anda bagaimana Anda selalu konsisten dengan nilai-nilai ini. Libatkan juga putra-putri Anda dalam kegiatan sosial yang secara rutin Anda lakukan. Putra-putri Anda pun akan tumbuh dengan karakter positif yang kuat dalam diri mereka.
9. Fokuskanlah perhatian Anda pada hal-hal yang berjalan benar.
Milikilah keyakinan yang meneguhkan keluarga Anda di saat-saat sulit. Anak-anak Anda akan belajar menjadi pribadi yang optimis dan bersyukur setiap hari. Latihlah sikap positif dengan menemukan hal-hal positif dalam setiap hari Anda dan bersyukurlah atasnya selalu.
Cintailah anak Anda dengan tulus tanpa syarat, dan ungkapkanlah besarnya kasih sayang Anda tersebut kepada mereka. Anak yang berada dalam kasih sayang yang tulus akan tumbuh dengan lebih bergembira, percaya diri, menyenangkan, serta dapat diandalkan.
sumber