mas baim
Dirjen PAUDNI: Kepala Desa Mau Membuat Anggaran

TOBA SAMOSIR. Dirjen PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, sangat mengapresiasi  Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir karena telah menunjukkan kinerja yang baik dalam bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal itu disampaikannya ketika berkunjung ke lembaga PAUD Mandiri Jaya di Dusun II Desa Aeknatolu Jaya Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba Samosir, Senin (26/08).

Dirjen berharap hendaknya ada minimal satu lembaga PAUD setiap satu desa. “Saya berharap agar kepala desa mau membuat anggaran untuk mendirikan lembaga PAUD. Sekecil apa pun anggarannya tolong dibuat jangan sampai PAUD dilupakan,” tambahnya.

Dirjen PAUDNI mengatakan bahwa PAUD adalah amanat dari Deklarasi Dakar sehingga perlu diimplementasikan. “Masyarakat tidak tahu kalau anak usia dini adalah usia emas, dan  pemerintah pusat ingin mempersembahkan anak yang cerdas dan kompetitif pada saat menyambut 100 tahun Indonesia merdeka tahun 2045 mendatang,” papar Dirjen lagi.

Untuk itu, Dirjen minta kepada semua pihak terutama Bunda PAUD Kabupaten Toba Samosir, memiliki komitmen besar terhadap masa depan anak. “Anggaran pusat memang ada tapi sedikit sehingga diperlukan kerjasama antara pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten dan  Bunda PAUD untuk berjuang di DPRD untuk pembangunan pendidikan anak usia dini ini,” katanya.

Jika tidak, ujar Dirjen PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, berapa tahun lagi APK PAUD bisa tuntas. “Apalagi jumlah bayi yang lahir 3,5 juta jiwa setiap tahunnya dan ini akan menjadi persoalan bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan PAUD Dr. Erman Syamsuddin yang ikut mendampingi Dirjen PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, menjelaskan Gedung PAUD Mandiri Jaya ini dibangun Bank Dunia sebesar Rp. 139.730.800 juta, dengan dua lokal  di tambah satu lokal di gedung yang bersebelahan . Jumlah muridnya ada 60 orang dengan dua orang guru.  “Bank Dunia sampai saat ini sudah membantu membangun 51 lembaga PAUD di seluruh Indonesia,” tambahnya. (Sugito/HK)

 

mas baim
Anak usia dini adalah usia ketika seorang anak memasuki masa keemasan atau usia golden age dimana pada masa ini merupakan masa kritis dalam tahap perkembangan hidup seseorang. 
 
Masa ini saat yang tepat untuk meletakkan pondasi atau dasar-dasar kemampuan fisik, bahasa, sosial emosional, konsep diri, seni, moral, dan nilai-nilai agama. 
 
Hasil belajar anak usia dini ini merupakan hasil dari kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif yang dilakukan mulai dari gerakan dan fikiran seperti belajar menulis, berbicara, bergerak sesuai dengan dengan apa yang dilihat sepertik ketika saat olahraga, dimana pada anak berkembang pesat ini maka harus seimbang dengan keterampilan guru pada saat dalam kelas agar anak menjadi tumbuh kembang yang baik dan benar serta pada saat dirumahpun. 
 
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif karena penelitian ini tidak bermaksud untuk membandingkan atau menghubungkan dua variabel tertentu, melainkan untuk mengetahui bagaimana peran soft skill guru PAUD terhadap hasil belajar anak didik. 
 
Daerah atau tempat penelitian ini ditetapkan di PAUD Tunas Bangsa Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember tahun ajaran 2011-2012 ditetapkan mengunakan metode porposive sampling dengan tujuan untuk menetapkan lokasi yang di anggap pas untuk penelitian.dengan informan kunci 3 guru PAUD Tunas Bangsa dan informan pendukungnya yaitu kepada Ibu atau wali muris PAUD Tunas Bangsa. 
 
Metode yang digunakan dalam memperoleh data pada penelitian ini dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informasi yang diperoleh dengan wawancara dengan informan kunci yang di cocokkan dengan hasil wawancara pada pendukung dan hasil observasi secara langsung untuk mendapatkan data yang valid. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru PAUD Tunas Bangsa kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember ini sangat berpengaruh dan berperan penting dalam hasil belajar anak didiknya. 
 
Hal ini didukung dengan semakin baik hasil belajar anak didik maka semakin baik soft skill atau keterampilan guru dan perannya pada saat didalam kelas. Adapun saran bagi guru PAUD Tunas Bangsa untuk lebih meningkatkan lagi perannya baik dalam berkomunikasi serta perannya dalam kelas.
 
mas baim

Pentingnya Pendidikan Karakter di Usia Dini 

Pendidikan karakter yang mencakup perbaikan budi pekerti manusia tentulah sangat penting untuk ditanamkan sejak awal. Banyak orang yang berpendidikan tinggi namun tidak memiliki etika dan karakter yang baik. 
Berikut beberapa alasan pentingnya pendidikan karakter di usia dini. 

Dari sisi pertumbuhan
Pertumbuhan manusia sejak ia kecil akan lebih mudah untuk diajarkan dari pada sudah masuk usia dewasa yang sudah dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga keperibadianya mulai labil. Tanamkan pendidikan karakter sejak dini pada anak anda. 
Usia dini adalah usia percobaan
usia dini rentan dengan usia dimana sikap anak selalu akan menruti tingkah orang tuanya atau orang-orang yang dekat dilingkunganya. Ciptakan lingkungan yang baik dan jagalah sikap didepan anak, cara ini akan membuat model peniruan anak secaran cepat. 

Lebih mudah dikontrol
Mengontrol anak yang masih belia sangat gampang, dia cendrung menuruti perintah dan larangan orang tuanya. Kondisi ini memberikan peluang anda dalam menanamkan karakter yang mulia sangat besar. 
Langkah awal manatap masa depan
Karakter yang mantap sejak awal adalah langkah  jitu dalam menatap masa depan yang lebih baik. Bentuklah karakter anak anda dengan utuh mulai dari penanaman nilai-nilai dan budi pekerti luhur.
Kesimpulan: 
 
Penanaman karakter diusia dini adalah langkaH awal pembentukan peribadi yang bertanggung jawab, jujur, disiplin sesuai dengan esensi nilai-nilai yang ada dalam pendidikan karakter. Pendidikan karakter sedari awal bisa menjadi sebuah momentum kebangkitan bangsa kedepanya, masa depan bangsa adalah terletak pada generasi muda. Generasi muda yang memiliki karakter mulia adalah mereka yang di Idam-idamkan menjadi pemimpin bangsa. 
Mulai sekarang, mari tanamkan nilai-nilai yang baik didalam diri anak kita, siswa kita sehingga nantinya mereka bisa menjadi peribadi-pribadi yang tumbuh dengan membawa sejuta manfaat. 
Sekian..semoga bermanfaat. 

 

mas baim
Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan adalah merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Dalam bidang pendidikan seorang anak dari lahir memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan disertai dengan Pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangannya akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional dan sosial.

Sebelum bicara lebih jauh, apa sih pendidikan anak usia dini? Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagianak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Mengapa pendidikan anak usia dini itu sangat penting?
Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,8 0% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.

Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.

Menurut Byrnes, pendidikan anak usia dini akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. “Saat ini, beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa TK pun sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” jelas Byrnes.

Selanjutnya menurut Byrnes, bahwa pendidikan anak usia dini itu penting, karena di usia inilah anak membentuk pendidikan yang paling bagus. Di usia inilah anak-anak harus membentuk kesiapan dirinya menghadapi masa sekolah dan masa depan. Investasi terbaik yang bisa Anda berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini.

Ada dua tujuan mengapa perlu diselenggarakan pendidikan anak usia dini, yaitu:
Tujuan utama: untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Singkatnya, pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Apa perbedaan anak yang mendapatkan pendidikan anak usia dini di lembaga yang berkualitas dengan anak yang tidak mendapatkan pendidikan anak usia dini?

Menurut Byrnes (Peraih gelar Woman of the Year dari Vitasoy di Australia) di lembaga pendidikan anak usia dini yang bagus, anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi, dan semangat untuk belajar.

Sementara, anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini, akan lamban menerima sesuatu. Anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini yang tepat, akan seperti mobil yang tidak bensinnya tiris. Anak-anak yang berpendidikan usia dini tepat memiliki bensin penuh, mesinnya akan langsung jalan begitu ia ada di tempat baru. Sementara anak yang tidak berpendidikan usia dini akan kesulitan memulai mesinnya, jadinya lamban.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Begitu pentingnya pendidikan ini tidak mengherankan apabila banyak negara menaruh perhatian yang sangat besar terhadap penyelenggaraan pendidikan ini hingga pemerintah Indonesia pun memberikan layanan pendidikan gratis hingga tingkat SMP.

mas baim
Kemdiknas Gandeng Organisasi Perempuan Untuk Perluasan Layanan PAUD 

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menggandeng empat organisasi perempuan untuk memperluas layanan pendidikan anak usia dini (PAUD). Organisasi perempuan itu meliputi Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan Pusat, Aisyiyah, serta Kongres Wanita Indonesia, yang dinilai mempunyai peran yang sangat strategis dan penting dalam pelaksanaan PAUD dan pendidikan nonformal.

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh di Jakarta, Jumat (27/8/2010), melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan perwakilan empat organisasi wanita tersebut untuk perluasan layanan PAUD hingga ke daerah-daerah pelosok Indonesia.

"Dalam perluasan layanan pendidikan PAUD tidak hanya dilakukan melalui jalur formal. Harus juga bekerjasama dengan organisasi-organisasi yang mempunyai jejaring sampai ke pelosok. Kalau di kota tidak persoalan karena sudah tersedia infrastruktur.Tetapi, yang ada di desa-desa memerlukan pendidik berpengalaman, termasuk dari organisasi 
 
(sumber : kompas.com)

 

mas baim
Ditjen PAUDNI Berikan Rp 825 juta Untuk PWI

MALANG. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Ditjen PAUDNI) memberikan bantuan kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebesar Rp 825 juta. Dana tersebut dipergunakan untuk menyelenggarakan pelatihan jurnalistik bagi anggota PWI di beberapa kota. Bantuan itu diberikan sejak tahun 2010, dengan jumlah yang merata sama besar tiap tahun.

“Bantuan pemerintah ini berasal dari rakyat, tolong digunakan dengan baik dan bertanggung jawab. Pelatihan ini harus dapat menghasilkan wartawan yang profesional dan kompeten,” tegas Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Dr. Wartanto yang membuka pelatihan jurnalistik bagi anggota PWI se kota Malang, Senin (2/11).

Pelatihan yang merupakan tindak lanjut MoU antara Mendikbud dengan Ketua Umum PWI tersebut menyajikan sejumlah materi. Antara lain filosofi dasar jurnalistik, dasar penulisan berita, teknik wawancara, hubungan pers-pemerintah, pengenalan jurnalisme siber, dan jurnalisme foto.

“Saya minta agar PWI dapat membantu menyosialisasikan program-program PAUDNI kepada masyarakat,”  ujar Dr. Wartanto pada pelatihan yang diikuti oleh sekira 40 wartawan di kota Malang itu. Pelatihan yang dikelola Sekolah Jurnalistik Indonesia PWI tersebut menghadirkan para wartawan senior sebagai narasumber. Antara lain Sabam Siagian, Saur Hutabarat, Uni Lubis, dan Arbain Rambey.

Ketua Bidang Pendidikan PWI, Marah Sakti Siregar menyebutkan telah melatih sekira 900 wartawan. Sebanyak lebih dari 600 orang berhasil memperoleh sertifikat kompetensi. “Kami memiliki target untuk melatih lebih banyak lagi wartawan, terutama di kawasan timur Indonesia,” harapnya.

Selaraskan dengan KKNI
Pada pelatihan jurnalistik di Malang, Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan meminta agar para wartawan meningkatkan keterampilannya seiring dengan penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) pada tahun 2015. KKNI merupakan penjenjangan kualifikasi, dan kompetensi tenaga kerja yang menyandingkan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan, serta pengalaman kerja. Melalui skema ini, para pekerja yang memiliki keterampilan dan telah mengikuti sejumlah pelatihan dapat disetarakan dengan pendidikan formal.

“Misalnya anda lulusan S1, tetapi memiliki pengalaman kerja yang panjang dan sering mengikuti pelatihan, maka Anda bisa disetarakan dengan S2, atau bahkan S3,” ucapnya. KKNI terdiri dari sembilan jenjang kualifikasi, dimulai dari jenjang 1 (satu) sebagai jenjang terendah sampai dengan 9 (sembilan) sebagai jenjang tertinggi.

Dr. Wartanto mengatakan berdasarkan Keppres Nomor 8 tahun 2012 tentang KKNI, penyetaraan capaian pembelajaran yang dihasilkan melalui pengalaman kerja dengan jenjang kualifikasi pada KKNI mempertimbangkan bidang dan lama pengalaman kerja, tingkat pendidikan, serta pelatihan kerja yang telah diperoleh. (Yohan Rubiyantoro/HK)

 

mas baim
Ancora Foundation Bantu Pengembangan PAUD di Indonesia

JAKARTA. Ancora Foundation turut membantu pengembangan program pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia. Yayasan yang terafiliasi dengan Ancora Capital, perusahaan private equity ini telah membantu lebih dari 350 lembaga PAUD. Ancora memberikan bantuan sarana prasarana, dan pelatihan untuk guru-guru PAUD.

“Ancora Foundation fokus pada program pendidikan. Selain memberikan beasiswa pascasarjana, kami juga membantu PAUD. Sebab ini penting untuk membangun karakter anak-anak sejak usia dini,” ucap Scholarship Manager Ancora Foundation Ahmad Zakky Habibie saat beraudiensi dengan Direktur Jenderal PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, Selasa (3/9).

Ancora Foundation memiliki target mengembangkan 1.000 PAUD yang diberi nama program Sekolah Rakyat Ancora. Program tersebut berupaya memberikan layanan PAUD kepada 20 ribu anak pertahun. “Program ini dilandasi karena masih banyak anak usia dini yang belum memperoleh akses dan layanan PAUD, terutama anak-anak di daerah terpencil,” ucap Zakky.

Selain itu, usia nol hingga enam tahun merupakan masa keemasan seorang anak. Mereka yang mendapatkan layanan PAUD pada usia tersebut memiliki prestasi akademik yang lebih baik dibanding yang tidak mendapatkan layanan. Anak-anak PAUD juga menunjukkan karakter dan kreativitas yang lebih bagus saat masuk sekolah dasar.