mas baim
Pengumuman Lowongan Pekerjaan
Dibutuhkan tenaga pengajar untuk PAUD Non Formal, adapun Syarat Pendaftaran:
1. Surat Lamaran Pekerjaan
2. Curikulum Vitae(Daftar Riwayat Hidup) 1 lembar
3. Fotocopy Ijasah Terakhir 1 lembar
4. Fotocopy Transkip Nilai 1 lembar
5. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk 1 lembar
6. Pas Foto Ukuran 3x4 1 Lembar
*) minimal lulusan Diploma

surat lamaran dikirimkan kepada :
Ibu Zakiyah Pimpinan Ranting Krapyak Lor Pekalongan atau PAUD Aisyiyah Krapyaklor jam kantor Selasa - Jum'at pukul :08.00 -10.00.


Kepala PAUD Aisyiyah Krapyak Lor Pekalongan

 
Lismardiyanah, A.Md.



mas baim
METODOLOG DAN STRATEGI PEMBELAJARAN

Kami setuju dengan:

"Usia dini merupakan periode awal yang paling penting dan mendasar sepanjang rentang pertumbuhan dan perkembangan kehidupan manusia. Pada masa usia dini, semua potensi anak berkembang sangat cepat. Fakta yang ditemukan oleh ahli-ahlineurologi, menyatakan bahwa sekitar 50% kapasitas kecerdasan manusia telah terjadi ketika usia 4 tahun dan 80% telah terjadi ketika berusia 8 tahun. Pertumbuhan fungsional sel-sel syaraf tersebut membutuhkan berbagai situasi pendidikan yang mendukung, baik situasi pendidikan keluarga, masyarakat maupun sekolah." (Ref: Kementerian Pendidikan Nasional)

Ada banyak metodologi yang di sebutkan adalah baik. Dua metod yang terkenal sekarang adalah:

1. "Tokoh pendidikan anak usia dini, Montessori, mengatakan bahwa ketika mendidik anak-anak, kita hendaknya ingat bahwa mereka adalah individu-individu yang unik dan akan berkembang sesuai dengan kemampuan mereka sendiri. Tugas kita sebagai orang dewasa dan pendidik adalah memberikan sarana dorongan belajar dan memfasilitasinya ketika mereka telah siap untuk mempelajari sesuatu. Tahun-tahun pertama kehidupan anak merupakan masa-masa yang sangat baik untuk suatu formasio atau pembentukan. Masa ini juga masa yang paling penting dalam masa perkembangan anak, baik secara fisik, mental maupun spritual. Di dalam keluarga dan pendidikan demokratis orang tua dan pendidik berusaha memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan yang dibutuhkan oleh anak. Oleh karena itu, baik dan tepat bagi setiap orang tua dan pendidik yang terlibat pada proses pembentukan ini, mengetahui, memahami perkembangan anak usia dini. Tapi sekolah kita belum memiliki based line data yang holistik yang dapat memberikan berbagai informasi tentang perkembangan behavior dan kesulitan belajar anak terhadap berbagai subkompetensi materi sulit. Informasi ini sangat diperlukan untuk melakukan treatmen secara berjenjang tentang perkembangan anak sejak usia dini sampai mereka dewasa (SLTA)."

"Anak bertumbuh kembang dengan baik kalau mendapatkan perlakuan kasih sayang, pengasuhan yang penuh pengertian dan dalam situasi yang damai dan harmoni. Ki Hadjar Dewantara menganjurkan agar dalam pendidikan, anak memperoleh pendidikan untuk mencerdaskan (mengembangkan) pikiran, pendidikan untuk mencerdaskan hati (kepekaan hati nurani), dan pendidikan yang meningkatkan keterampilan." "Anak taman kanak-kanak termasuk dalam kelompok umum prasekolah. Pada umur 2-4 tahun anak ingin bermain, melakukan latihan berkelompok, melakukan penjelajahan, bertanya, menirukan, dan menciptakan sesuatu. Pada masa ini anak mengalami kemajuan pesat dalam keterampilan menolong dirinya sendiri dan dalam keterampilan bermain. Seluruh sistem geraknya sudah lentur, sering mengulangi perbuatan yang diminatinya dan melakukan secara wajar tanpa rasa malu. Di taman kanak-kanak, anak juga mengalami kemajuan pesat dalam penguasaan bahasa, terutama dalam kosa kata. Hal yang menarik, anak-anak juga ingin mandiri dan tak banyak lagi mau tergantung pada orang lain. (Ref: JugaGuru.Com)

2. "Sentra adalah zona, titik atau station di mana anak memulai kegiatan bermain dan belajarnya sebagai awal dari kehidupannya, karena belajar di sentra adalah belajar problem solving, yang kelak anak menjadi lebih mandiri, disiplin, dan tanggung jawab." "Sentra ini terdiri dari main peran makro dan mikro. Main peran makro adalah bermain yang sifatnya kerja sama lebih dari 2 orang bahkan lebih khususnya untuk anak usia taman kanak-kanak, main mikro adalah awal bermain kerja sama dilakukan hanya 2 orang saja bahkan sendiri. Bermain peran dapat mengembangkan potensi kecerdasan emosi dan psikososial serta bahasa." "Sentra ini menekankan pada penggunaan bahan seni mulai dari lem, gunting, crayon, spidol, cat, papan lukis, berbagai jenis, ukuran dan warna kertas yang kemudian dikembangkan menjadi hasil karya dan kreativitas. Dan lingkungan ini pun dikaitkan dengan pemahaman budaya nasional, tarian tradisional untuk mengenalkan kesenian, pengenalan bahasa daerah, etika & estetika yang mengantarkan anak untuk cinta tanah air, berbudi pekerti, sopan santun dan berkepribadian."

Sentra Bahan Sifat Cair / Bahan Alam : Adalah sentra untuk mendukung kebutuhan anak-anak usia toddler dan taman bermain A hingga usia TK. Dengan bermain bahan sifat cair / bahan alam diharapkan anak sudah mengenal alam dan sifat-sifatnya, hal ini membantu mengembangkan aspek-aspek potensinya melalui uji coba dan eksplorasi." (Ref: PAUD YARSI)

Apa kesamaan dari dua metodologi ini (dan dengan semua metodologi modern sebetulnya)? Anak-anak diberikan kesempatan untuk "Discovery Learning" (Pembelajaran Berbasis-Aktivitas Yang Kontekstual)
sumber
mas baim
Calistung Bukan Kewajiban Anak Usia DINI

Jakarta, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Prof.Dr. Lidya Freyani Hawadi, Psikolog. Mengingatkan kepada para peserta Pekan Olah Raga dan Seni Nasional guru-guru Taman Kanak-kanak (TK), yang di selenggarakan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI).

Agar tidak mewajibkan membaca, menulis dan berhitung (CALISTUNG) bagi peserta didiknya. Saat membuka acara Porseni Nasional IGTKI, di Aula Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah.

Menurut Dirjen, itu bukanlah tugas utama dari guru TK. Tetapi kewajiban bagi tenaga pengajar di tingkat Sekolah Dasar (SD). Dunia belajar mereka haruslah menyenangkan dan menggembirakan, jangan memberikan pengajaran yang membebankan ataupun tidak sesuai dengan usia mereka.

Dirjen PAUDNI berharap, dengan adanya porseni tingkat nasional untuk guru-guru TK. Bisa menjadi ajang yang tepat untuk meningkatkan semangat dan kerjasama, serta sebagai sarana bertukar pengalaman, guna mengembangkan pembelajaran kreatif bagi peserta didiknya nanti.

Porseni tersebut, dilangsungkan pada 29 November sampai dengan 3 Desember 2013, dan diikuti oleh ribuan peserta yang berasal dari IGTKI dari berbagai provinsi. Acara di muarakan di Taman Mini Indonesia (TMII), Jakarta (29/11). (M.Husnul Farizi/HK)

 

mas baim
Pendidikan Untuk Semua, Pemerintah Siap Kejar Target 2015

BANGKOK, PAUDNI – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan siap mengejar target dalam program Education for All  (EFA),  atau PUS (Pendidikan untuk Semua). PUS merupakan kesepakatan internasional antar negara anggota UNESCO yang telah ditandatangani tahun 2000 di Dakar, Senegal. Adapun kesepakatan tersebut akan berakhir pada tahun 2015.

Terdapat enam target yang hendak dicapai dari kesepakatan tersebut yaitu:
  1. Memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan anak usia dini (PAUD), diutamakan bagi anak-anak yang sangat rawan dan kurang beruntung
  2. Pada tahun 2015 semua anak, khususnya anak-anak perempuan, dan minoritas etnis, diberi akses yang sama dengan yang lain dalam menyelesaikan pendidikan dasar yang berkualitas
  3. Kebutuhan belajar seluruh penduduk dapat dipenuhi secara adil
  4. Perbaikan 50% tingkat keniraksaraan orang dewasa, terutama kaum perempuan, serta akses yang adil di tingkat pendidikan dasar dan berkelanjutan bagi orang dewasa.
  5. Menghapus disparitas gender di tingkat pendidikan dasar dan menengah serta menjamin terwujudnya kesetaraan gender dalam pendidikan
  6. Perbaikan semua aspek yang berkaitan dengan kualitas pendidikan, sehingga memperoleh hasil belajar yang diakui dan terukur.
“Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Indonesia telah membentuk  Forum Koordinasi Pendidikan Untuk Semua, mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat,” ujar Direktur Jenderal PAUDNI, Lydia Freyani Hawadi baru-baru ini.

Direktur Jenderal PAUDNI selaku Ketua Harian Forum Koordinasi PUS telah mengikuti Regional Technical Workshop on the National EFA 2015 Review di Bangkok, pada 20 November lalu. Pada kegiatan yang diikuti oleh 117 orang dari 31 negara tersebut, setiap delegasi memaparkan capaian PUS di negara masing-masing.

Usai kegiatan tersebut, semua peserta sepakat membuat laporan pelaksanaan PUS tahun 2000-2015. “Draf laporan akhir tersebut harus disampaikan pada pertemuan yang akan diselenggarakan UNESCO Bangkok, pada bulan Februari tahun 2014,” ucap Dwi Priyono, Sekretariat Forum yang turut mendampingi Direktur Jenderal PAUDNI. (Yohan Rubiyantoro/HK)

 

mas baim
Kemendikbud Serahkan Anugerah Peduli Pendidikan

JAKARTA, PAUDNI – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memberikan penghargaan Anugerah Peduli pendidikan (APP) 2013. Penghargaan tersebut diberikan kepada sejumlah pihak yang telah berkontribusi di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Pemberian penghargaan APP 2013 berlangsung di Auditorium Gedung D Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat (29/11). Mendikbud Memberikan 29 penghargaan yang dibagi ke dalam lima kategori. Pertama, Kategori Perusahaan/BUMN (tujuh penghargaan); kedua, Kategori Kabupaten/Kota (empat penghargaan); ketiga, Kategori Yayasan Nirlaba/Kelompok Masyarakat (empat penghargaan); keempat, Kategori Individual/Inovator Pendidikan (sepuluh penghargaan);  dan kelima, Kategori Program Acara Televisi (empat penghargaan).

Dalam Kategori Perusahaan/BUMN diberikan kepada PT. Telekomunikasi Selular, PT. Sampoerna Strategic, PT. Indosat Tbk, PT. CIMB Niaga Tbk, PT. Kinocare Era Kosmetindo, PT. Pakuwon Jati Tbk, dan PT. Sido Muncul.

Kategori Kabupaten/Kota diberikan kepada Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat; Kota Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta; Kota Jambi, Provinsi Jambi; dan Kota Banjar, Provinsi Jawa Barat.

Kategori Yayasan Nirlaba/Kelompok Masyarakat diberikan kepada Yayasan Indonesia Mengajar, Yayasan Cahaya Guru, Yayasan Kartika Eka Paksi, dan Yayasan Cinta Anak Bangsa.

Kategori Individual/Inovator Pendidikan diberikan kepada Roni Tabroni, Provinsi Jawa Barat; Umar Hosnol, Provinsi Jawa Timur; Cucu Sumiyati, Provinsi Jawa Barat; John Rahail, Provinsi Papua; Tri Rini Widiyastuti, Provinsi Jambi; Andy F. Noya, Provinsi DKI Jakarta; Syamsul Bahri, Provinsi Riau; Trijono, Provinsi Jawa Timur; Gemah Nuripah, Provinsi Jawa Barat; dan A.A. Ayu Ketut Agung, Provinsi Bali.

Kategori Program Acara Tv diberikan untuk Trans 7 dengan Program Indonesiaku, TVOne untuk Program Aku Bangga, Trans 7 untuk Program Buku Harian Si Unyil, dan Trans 7 untuk Program Dunia Binatang.

APP 2013 yang bertemakan “Meningkatkan Kualitas dan Akses Berkeadilan”. Sangat relevan dengan kebijakan Kemdikbud melalui berbagai program seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Siswa Miskin (BSM), Beasiswa Pendidikan untuk Mahasiswa Miskin (Bidikmisi), Sarjana Mengajar di Daerah Terluar, Tertinggal, dan Terdepan (SM3T), Rehab Sekolah, Afirmasi Pendidikan, dan Pendidikan Menengah Universal (PMU).

Dengan diadakanya penghargaan APP diharapkan bisa menjadi pemberian apresiasi terhadap pihak – pihak yang selama ini memiliki komitmen dan inovasi, serta kepeduliannya dalam memberikan kontribusi di bidang pendidikan dan kebudayaan, untuk menuju Indonesia yang lebih maju dan berprestasi. (Gunawan Prasetio/JS-PIH)

 

mas baim
PAUD di Kota Pekalongan Juga Perlu Inovasi
Pekalongan, Infopublik - Untuk memajukan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) juga diperlukan aneka ragam inovasi dan kreatifitas dari para pengelola termasuk dari Bunda PAUD. Baik tingkat Kota atau kabupaten, maupun kecamatan dan kelurahan.
Hal itu disampaikan salah seorang tim penilai Bunda PAUD tingkat nasional 2013, Ratna M, saat melakukan kunjungan di Kota Pekalongan, Kamis (31/10). Tim tersebut ditemui sekda Dwi ari Putranto, Bunda PAUD Kota Pekalongan, Balqis Diab dan para pengelola PAUD I Kota Batik ini.
Selain perlu inovasi, juga diperlukan kelengkapan syarat-sarat administrasi dan dokumentasi terkait dengan aneka ragam kegiatan PAUD yang dipresentasikan,” tandasnya. 
Sebelumnya, Bunda PAUD Kota Pekalongan Balqis Diab memprsentasikan aneka ragam kegiatan dan penghargaan yang sudah diterima PAUD di Kota Pekalongan. Jika di tingkat nasional ada kebijakan satu kelurahan atau desa sau PAUD, maka saat ini Kota Pekalongan satu RW satu PAUD. Meski belum seluruhnya tapi keberadaan PAUD di Kota Pekalongan sudah mencapai 308 RW dari 355 RW. “Keberadaan PAUD ini kami nilai sangat penting, karena di tangan anak – anak usia inilah masa depan bangsa dipertaruhkan,” katanya.
Terkait masukan yang diberikan oleh tim penilai Bunda PAUD tingkat Nasional, Balqis menyatakan siap melengkapi semua persyaratan administrasi yang diperlukan. “Semua kegiatan sudah didokumentasikan dan diadministrasikan, segera semuanya akan kami lengkapi,” ujarnya.
Jika seluruh persyaratan dipenuhi, maka Balqis diab memiliki kesempatan untuk meraih penghargaan Bunda PAUD tingkat nasional 2013. Rencananya penghargaan itu akan diserahkan langsung oleh Ibu Negara Ani Yudoyono di Istana Negara. (diskominfo/007)
sumber
mas baim
Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat
Ada 41 petunjuk teknis dalam pembinaan pendidikan masyarakat dapat di unduh disini
Sedang untuk PAUD dapat melihat dalam Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dapat di unduh disini
Untuk Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan dapat diunduh disini